Saturday, 28 April 2012

MESSI AND RONALDO (Potrait Kegalauan saat Semi Final Liga Champion)

Sumber Gambar : kaskus.us
 Dunia mesti harus difahami.
Tidak semua yang hebat harus bisa mengakhiri.
Messi dan Ronaldo adalah bukti.
Siapa yang tidak kenal Messi.
Siapa yang tidak tahu Ronaldo.
Pendek kata untuk urusan bola di dunia, pada dasawarsa ini keduanyalah
favoritnya.
Artinya sebelum turun lapangan, semua mata terarah padanya.
 

Messi tahu itu. Ronaldo tahu itu. Cuma bodohnya,...
mereka mau diberikan tanggungjawab untuk mengambil tendangan pinalti.
Mengapa begitu ?
Jawabnya adalah beban yang disandang dengan harapan penggemarnya tidaklah seimbang.
Begitulah dunia. Apa saja kalau beban yang disandang tidak imbang dengan harapan yang terlampau banyak, kurang lebihnya yang terjadi seperti itu.
Apakah itu berkait dengan urusan kerja, urusan keluarga, urusan bermasyarakat, apalagi kalau masuk di urusan cinta.

Maka jalan tengahnya :
1. Hindari beban yang terlalu besar dengan harapan yang sangat besar, sementara kemampuan kita manusia itu amatlah terbatas.
2. Optimis itu bagus, bagi yang masih berada dilevel-level bawah. Supaya bisa terus meningkat. tapi kalau orang yang sudah berada dipuncak, tidak butuh optimis. Cukup mengalir saja. Sebab kalau ditambah optimis, tidak akan bisa meningkat, karena sudah dipuncak. Bisanya malah jatuh. Messi dan Ronaldo itu gambarannya.
3. Yang ini ada hubungannya dengan agama, bahwa agama mengajarkan, bencana itu kadang bukan musibah, melainkan sekedar peringatan dan teguran.

Maaf, jika berbeda opini...