Thursday, 16 February 2012

Pahlawanku


Sesungguhnya hingga kini aku tak sedikitpun pernah tahu
Peristiwa heroic di Surabaya tempo dulu
Katanya,…….. Bom, dinamit, meriam dan mortir berdentuman
Peluru  melesat berdesingan berpadu dengan kilatan mesiu
Dimuntahkan dari moncong senjata berkaliber tentara sekutu


Surabaya seolah lebur jadi abu
Kebakaran menyeruak dimana-mana
Darah berhamburan mengubah aspal menjadi merah
Mayat-mayat bergelimangan tak terurus mengenaskan
Dan,…….. Arek-arek Suroboyo terus maju berjibaku

Menghalau takut walau hanya dengan runcingan bambu
Tapi,… semangat terus menggelora, mendidih dan membara
Allohu akbar,… Allohu akbar,…Gemuruh bagai air bah tumpah dari bendungan raksasa
Penghalag disapu, Perintang di terjang tanpa pandang bulu
Lalu,….. dor,….. dor,…. dor,……. dor

Teriakan mereka terhenti, Takbirnya tak terdengar lagi
Mereka berjatuhan, Gugur sebagai pahlawan
Mereka gugur untuk kita, yang kini bisa santai bercengkerama di plaza-plaza
Sesungguhnya hingga kini aku tak sedikitpun pernah tahu
Peristiwa heroic di Surabaya tempo dulu

Tetapi,… sejarah tak pernah bisa ditipu
Masih adakah pahlawanku kini?
Pahlawan yang tidak cuma bisa teriak lantang di parlemen
Tetapi akhirnya masuk bui
Mudah-mudahan yang sedang berupacara mengheningkan cipta

Benar-benar merenungi pahlawan yang mendahului
Bukan justru membayangkan
Gimana bisa korupsi, tanpa ada yang mengetahui.
Berbaringlah pahlawanku disisi-Nya dengan damai.